Sleman (MAN 3)- Perpustakaan sekolah/madrasah memiliki peran besar dalam menyiapkan komunitas sekolah, khususnya peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat. Membaca, menjadi keterampilan dasar sebagai langkah awal membuka transformsi ilmu dan memperluas wawasan.

Sebagai upaya nyata untuk mendukung pembiasaan budaya membaca di lingkungan madrasah, maka Perpustakaan MAN 3 Sleman akan menggiatkan kembali program literasi yang bertajuk “Tiada Hari Tanpa Membaca”. Perpustakaan MAN 3 Sleman atau yang dikenal dengan Perpustakaan MAYOGA berupaya mendekatkan peserta didik dengan buku melalui perpustakaan kelas dan oase baca.

“Perpustakaan kelas adalah perpustakaan mini yang berada di kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku yang dihimpun dari siswa kelas tersebut, dan dilengkapi dengan hasil karya mereka. Sedangkan Oase Baca adalah perpustakaan mini milik Perpustakaan MAYOGA yang ditempatkan di enam titik di selasar atau lorong-lorong madrasah,” terang Dra. Khusnul Daroyah, Kepala Perpustakaan MAYOGA dalam Sosialisasi Program Literasi di Ruang Baca Perpustakaan MAYOGA, Senin (12/8) yang dihadiri oleh 52 orang siswa perwakilan kelas sebagai Satgas Literasi dan para anggota MBL (Mayoga Book's Lover).

“Bersamaan pula dengan Bulan Gemar Membaca (September) dan Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada tanggal 14 September, maka Perpustakaan MAYOGA juga akan mengadakan rangkaian kegiatan literasi, yang berupa lomba perpustakaan kelas, lomba pembuatan web Perpustakaan MAYOGA, dan mengaktifkan kembali pembiasaan kegiatan literasi 15 menit membaca, baik bagi guru, pegawai maupun siswa,” sambung Khusnul.

Dalam kesempatan yang sama, Pustakawan MAYOGA, Rita Susanti menjelaskan bahwa program literasi ini sudah barang tentu tidak dapat berjalan sendiri. “Dalam pelaksanaannya, program ini akan melibatkan komunitas sekolah. Maka untuk kelancaran pelaksanaan program literasi ini dibentuklah Satgas Literasi yang telah ditetapkan oleh  kepala madrasah dalam Surat Keputusan Nomor 40 Tahun 2019 tentang PENETAPAN  SATGAS LITERASI MADRASAH”.

“Satgas Literasi ini terdiri dari unsur guru, pegawai,  kepala perpustakaan, pustakawan, dan siswa. Tugas dari pada Satgas ini adalah : Merencanakan dan melaksanakan Program Literasi Madrasah dan melaporkan pelaksanaan program literasi madrasah secara tertulis kepada kepala madrasah,” terang Rita.

“Sosialisasi program literasi ini merupakan langkah awal kami untuk memberikan gambaran dan penjelasan mengenai apa dan bagaimana pelaksanaan program literasi di MAN 3 Sleman kepada para Satgas Literasi Kelas yang merupakan perwakilan dari setiap kelas,” sambung Rita.

Dalam sosialisasi ini diterangkan pula oleh Nuzul Hidayah Yuningsih, SIP., Pustakawan MAYOGA terkait tugas Satgas Literasi Kelas. Secara rinci Nuzul memberikan bimbingan teknis bagaimana cara mengelola perpustakaan kelas, mulai dari pengadaan koleksi bukunya, cara menginventaris, melabeli, mengatur di rak, melayani peminjaman, mendesain dan me layout perpustakaan kelas, serta mengelola jurnal baca kelas.

Sebelum acara sosialisasi ditutup, Kepala Perpustakaan MAN 3 Sleman, Dra. Khusnul Daroyah kembali menegaskan bahwa program literasi ini merupakan program kita bersama. “Kalianlah tulang punggung Perpustakaan MAYOGA, duta-duta baca kami.., Selamat bertugas dan berjuang, teriring doa kami, semoga langkah dan perjuangan kalian akan dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT”.